محمّد‎
47. Muhammad
Muhammad
Muhammad
محمّد‎ BAHASA
محمّد‎ ENGLISH
Sūrat Muḥammad (Arabic: سُـورَة مُـحَـمَّـد‎, "Chapter of Muhammad") is the 47th sura of the Qur'an with 38 ayat. The title is derived from the direct mentioning of the Islamic Nabī (Arabic: نَـبِي‎, Prophet) Muhammad in 47:2.[1] It also has the name of Al-Qiṫāl (Arabic: الـقِـتَـال‎), which translates to fighting due to the context of the sura.[2] This sura pertains to a specific conflict that arose from people prohibiting the acceptance and spread of Islam. It refers to the Battle of Badr, where an army was being gathered to attack Medina. The Battle of Badr took place during Ramadan, in year 2 of the Islamic calendar.[2] The other name of this sura is al Qital (fighting), which is derived from the sentence wa dhukira fi-hal-qital in verse 20 that encourages Muslims to fight. After declaring the "truth" that he is a prophet, with the help of logical fallacies, Muhammad instructed his followers to fight and strike off the heads of those who disbelieve (Qur'an 47:4). Most translators have felt the need to insert in parenthesis, (in the battle). However, the Arabic verse only says, “So when you meet those who disbelieve, smite their necks
Surah Muhammad (Arab: محمّد‎) adalah surah ke-47 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 38 ayat. Nama Muhammad sebagai nama surah ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surah ini. Pada ayat 1, 2 dan 3 surah ini, Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W dan hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya. Orang-orang yang percaya kepada apa yang dibawa oleh Muhammad S.A.W merekalah orang-orang yang beriman dan mengikuti yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni segala kesalahannya. Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad S.A.W adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterima, dosa mereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat. Surah ini dinamakan juga dengan Al-Qital yang berarti Peperangan, karena sebagian besar surah ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagaimana seharusnya sikap orang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir.