الأنفال
8. Al-Anfal
Rampasan Perang
The Spoils of War
الأنفال BAHASA
الأنفال ENGLISH
Sūrat al-Anfāl (Arabic: سورة الأنفال‎, "The Spoils of War") is the eighth chapter of the Qur'an, with 75 verses. It is a Medinan sura, completed after the Battle of Badr. It forms a pair with the next sura, At-Tawba. Badr is also the subject of Sura 8: al-Anfāl, which details military conduct and operations. Though the Sura does not name Badr, it describes the battle several times: “ Remember ye were on the hither side of the valley, and they on the farther side, and the caravan on lower ground than ye. Even if ye had made a mutual appointment to meet, ye would certainly have failed in the appointment: But (thus ye met), that Allah might accomplish a matter . For to Allah do all questions go back (for decision). ([Quran 8:42]) ” “ And be not like those turned on his heels, and said: "Lo! I am clear of you; lo! I see what ye see not; Lo! I fear Allah. for Allah is strict in punishment. ([Quran 8:47]) ” These verses highlighted both the chance encounter of the battle (both sides had blundered into each other) as well as the underestimation of both the size of Meccan army by the Muslims and the fierceness of the Muslim army by the Meccans. The Meccan army was described in the second verses, and "Satan" may be referring to Amr ibn Hisham, who was hated by the Muslims and allegedly pushed for the battle repeatedly.
Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, "Jarahan") adalah surah ke-8 pada al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah. Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya. Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H. Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.